Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 11 Mei 2013

SEBUAH MAKNA DARI KEHIDUPAN



lama tidak menulis artikel jadi kangen juga nih,, hmmm
Kali ini saya akan menulis tentang makna-makna dari GARIS, HENING, TANAH, AIR..

Hmm… referensi artikel ini dari sebuah Koran yang sedikit agak jadul nih.. trus ane buat cerita deh biar aga seru… hahaha lebaayyy..
Ok lets to the story!!!!
Garis
Dahulu ada seorang ahli pedang yang sangat kuat, didukung oleh postur tubuh yang ideal ditambah memiliki ilmu berpedang yang sangat tinggi, tak satupun di kota tempat ia tinggal yang berani melawan dia, karena mereka tahu dan yakin akhir dari pertarungan itu adalah kekalahan.. ya namanya adalah Himaru
Yang menyakitkan bagi semua orang bukanlah karena kekalahan mereka atau apapun, melainkan dari kesombongan Himaru itu  sendiri. “  main pedang atau main petak umpet sih kalian ataukah kalian masih bocah”, ucap himaru kepada mereka ,… hahaha..
Hingga tibalah akhirnya, Himaru berpapasan dengan seorang pendekar pedang yang sudah tua dan renta, Himaru menghentikan langkahnya dan menghalangi orang tua itu, dengan nada kesombongan Himaru berkata “ hei kakek tua apakah kau mau bertarung dengan ku, aku akan mengalah kepadamu dan hanya akan mengeluarkan separuh kekuatan ku”, hardik Himaru,.
Hahaha… kakek tua itu menjawab dengan tenang “ aku tidak mungkin mengalahkan mu Himaru, karena bukankah kau pendekar pedang yang terkenal itu???”, Himaru menjawab “ baguslah kalau kau tahu siapa aku yang sebenarnya, di dunia ini tidak ada yang dapat mengalahkan diriku” hahahahhaha!!
Spontan saat melihat kesombongan Himaru, kakek tua itu berkata “ hei anak muda di atas langit masih ada langit, “, mendengar ucapan seperti itu Himura naik pitam “ Apa kau bilang?? Siapakah dan adakah orang yang jauh lebih kuat dariku, aku akan mencoba melawannya, dan aku tidak akan berhenti sebelum aku bisa menjadi nomor 1”, mendengar ucapan Himura kakek tua itu berkata “ pergilah ke Utara di sana kau akan menemukan lawan-lawan yang sepadan dengan mu”!
Kakek itu berlalu dia berkata untuk terakhir kalinya. “ pergilah ke Utara temukan apa yang kau cari di sana”. Sembari meninggalkan Himaru yang masih dalam keadaan kebingungan .
Himaru pun menuruti apa perintah kakek itu ia pergi berjalan ke utara untuk dapat menemukan lawan yang sepadan dengan dirinya dalam hatinya berguman “ jika aku menemukannya akan kukalahkan dia dengan sekali tebas… hahahahhahha” hingga akhirnya sampailah ia berada di sebuah tempat yang ia baru pertama kali jumpai. Sebuah tepian pantai yang begitu landai. Sepanjang mata memandang, hanya ada sebuah garis lurus yang memisahkan bumi dan langit.
Himaru pun tampak bingung dengan tempat itu. Tak satupun orang yang ia harapkan muncul di tempat itu. Dan pandangannya pun hanyut dalam garis lurus yang tak bertepi itu.
“ Ah, betapa kecilnya aku. Ternyata, tak ada yang tinggi di bumi ini, kecuali langit di atas sana,” gumam Himaru sambil terus menatap garis lurus itu.
Akhirnya ia tersadar seberapa sombongnya dia seberapa tinggi ilmunya tetaplah dia bukan apa-apa jika harus diukur dari tingginya langit di sana, Himaru hanya bisa duduk termenung entah apa yang dipikirkannya… hingga ia mendengar ada suara yang memanggilnya “ hei anak muda”. Ia merasa sepertinya suara itu taka asing baginya, ia pun menoleh ke sumber suara itu dan ia terkejut karena kakek tua yang bertemu dengannya berada di sini.
Kakek tua berjalan mendekati Himaru, dan duduk di sampingnya, ia berkata “ melihat mu mengingatkan ku akan sosok diriku yang dulu, hahahhaha”, “ mengapa kau berbicara seperti itu dan mengapa kau mengirim ku kemari jika kau sudah tahu tempat ini???” Tanya Himaru.
“dengarkan baik-baik, Ketika seseorang memandang suatu yang sangat tinggi dalam dirinya, bahkan melampaui orang-orang di sekitarnya; sebenarnya ia sedang memandang dunia dari sisi yang teramat sempit. Betapa kecilnya bumi dan dunia ini jika khazanah alam raya menjadi pembandingnya. Saat itu, siapapun dan bagaimanapunkelebihan dan keunggulannya, akan menemukan bahwa dirinya tak lebih dari sebuah titik yang terlihat samar”. Kakek tua itu berkata.
Mendengar penjelasan dari kakek itu akhirnya Himaru pun tersadar bahwa ia bukan lah apa-apa dan tidak bisa di bandingkan dengan apa yang ada di khazanah alam raya ini akhirnya ia tersadar akan semua yang telalh dilakukannya…..
Nah dari sini penulis yakin kok kalian bisa memahami maksud dari kisah ini itulah akhir dari sebuah sifat sombong , dan penulis berharap mudah-mudahan kalian semua bisa mawas diri dan menjaga diri sendiri dari tu sifatt.. oh iya sekian dulu aja lagi buzzy, hahahii untuk cerita selanjutnya tunggu aja ok..


 
 untuk gambar ane ngambil dari internet..




Ditulis Oleh : eko agung iskandar // 14.16
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Ayo Gabung di sini

Total Tayangan Laman

Blogger news